June 4, 2026

Outbond Student

Hamawaki Hospital

dr. Ferdinand Arden

Sebagai seorang residen ortopedi, kegiatan harian dirancang untuk membangun kompetensi klinis, bedah, dan akademik secara bertahap. Selama menjalani Stase di Hamawaki Orthopaedic Hospital, beberapa kegiatan yang dijalani, yakni:

–          Outpatient Clinic

Saya bertugas memeriksa pasien dengan berbagai keluhan muskuloskeletal, mulai dari anamnesis, pemeriksaan fisik, hingga membantu perencanaan diagnosis dan terapi. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman klinis langsung, tetapi juga memperluas wawasan mengenai manajemen kasus ortopedi yang beragam.

–          Operating Theatre (Observasi dan Asistensi)

Di ruang operasi, residen mengambil peran aktif sebagai pengamat hingga asisten operasi, tergantung pada tingkat kompetensinya. Prosedur bedah yang sering diamati dan diikuti meliputi tindakan fraktur, artroplasti, hingga tumor muskuloskeletal. Pengalaman di ruang operasi memberikan pemahaman mendalam tentang anatomi, teknik bedah, serta pengambilan keputusan intraoperatif.

–          Weekly Parade

Parade mingguan merupakan agenda akademik penting yang melibatkan presentasi kasus, diskusi interaktif, dan evaluasi hasil perawatan. Dalam forum ini, residen memiliki kesempatan untuk menyampaikan analisis kasus, berdiskusi dengan konsultan, serta mendapatkan masukan berharga untuk meningkatkan keterampilan klinis dan manajemen kasus. Kasus yang sering dijumpai saat stase di Hamawaki Hospital antara lain: Avascular Necrosis (AVN) Hip, CMC Joint Arthritis, Spondylosis Lumbal, Giant Cell Tumor (GCT) of Long Bone

Hamawaki Orthopaedic Hospital, Hiroshima

dr. I Gusti Yoga Kusmawan dan dr. Muhammad Mifthah Faridh

Sebagai residen yang mendapatkan kesempatan untuk belajar di Hamawaki Orthopaedic Hospital, Hiroshima, saya sangat beruntung karena bisa mendapatkan pengalaman yang berharga baik dalam bidang akademik dan non-akademik. Sedikit sharing kegiatan yang saya jalani selama stase di Hamawaki Orthopaedic Hospital, Hiroshima antara lain, yaitu:

– Visite harian (07.00 – 08.00)

Setiap pagi, kegiatan dimulai dengan visite pasien di bangsal, memantau kondisi pascaoperasi dan perencanaan tindakan lanjutan bersama para sejawat.

– Diskusi pasien mingguan (Parade Mingguan)

Setiap Senin pukul 07.30 hingga 09.00, diadakan diskusi pasien secara menyeluruh. Kegiatan ini membahas rencana operasi 1 minggu ke depan dan membahas hasil post operasi 1 minggu ke belakang

– Operasi (09.00 hingga selesai)

Operasi menjadi aktivitas utama setiap hari. Dimulai pukul 09.00, residen berperan sebagai asisten, terlibat langsung dalam berbagai prosedur, yang sering kali berlangsung hingga malam hari tergantung kompleksitas kasus. Juga sebagai observer pada kasus-kasus yang sulit.

– Diskusi Kasus Operasi (Case Discussion)

Sebelum operasi, dilakukan diskusi intensif bersama konsulen mengenai kasus yang akan ditangani, termasuk analisis imaging, perencanaan tindakan, dan potensi komplikasi.

– Konferensi Ilmiah oleh Kolegium

Residen berpartisipasi dalam konferensi yang diadakan oleh kolegium ortopedi setempat. Kegiatan ini bertujuan memperluas wawasan akademik melalui diskusi dan presentasi ilmiah.

– Seminar Ilmiah oleh pihak Rumah Sakit

Selain konferensi, residen mengikuti seminar yang diadakan pihak Hamawaki Orthopaedic Hospital, Hiroshima. Seminar ini menjadi wadah untuk mempelajari inovasi terbaru dalam bidang ortopedi dan berbagi pengalaman bersama para guru. Selama rotasi di Hamawaki Orthopaedic Hospital, Hiroshima, banyak variasi kasus yang ditemui, antara lain degenerative disease (contohnya OA dan AVN hip maupun knee joint), kasus trauma (contohnya closed fracture neck femur dan tibial shaft), kasus infeksi (seperti prosthetic joint infection), cedera olahraga (ACL tear, PCL tear, meniscus injury), kasus tulang belakang (contohnya Herniated Nucleus Pulposus, compression dan burst fracture), serta tumor yang sebagian besar merupakan kasus yang jinak.

University Kebangsaan Malaysia

dr. Tri Kurniawan

Sebagai bagian dari rotasi internasional, saya berkesempatan menjalani stase di Departemen Orthopedi dan Traumatologi Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM)/Hospital Canselor Tuanku Muhriz (HCTM) di Kuala Lumpur, untuk memperluas pengetahuan dan pengalaman klinis saya di berbagai subspesialisasi ortopedi. Sedikit sharing mengenai kegiatan selama saya rotasi internasional.

Selama 1 bulan menjalani stase di Universiti Kebangsaan Malaysia/HCTM, saya mengikuti rotasi di berbagai subdivisi dalam hal ini divisi arthroplasty, sport injury, oncology, dan pediatric. Masing-masing subdivisi dijalani kurang lebih selama 5 hari. Selama menjalani kegiatan stase luar ini, saya mendapat sambutan yang sangat baik dari staff pengajar yang senantiasa berdiskusi dan membimbing, tenaga kependidikan yang membantu dalam urusan administrasi dan rekan-rekan residen yang sangat kooperatif dan friendly.

Kegiatan yang saya ikuti terdiri dari:

– Round/visite Kegiatan dimulai dengan visite pasien pascaoperasi, fokus pada pemantauan kondisi, evaluasi progres penyembuhan, dan perencanaan manajemen lanjutan yang optimal serta pasien pre operasi untuk pembahasan mengenai rencana tindakan yang dilakukan, teknik operasi (approach), jenis implant, termasuk pertimbangan komplikasi pre, intra dan post operasi.

– Elective Operation Residen terlibat aktif dalam prosedur operatif, mulai dari penjadwalan, pengusulan preoperative planning, asisteren intraoperatif dan post operative regiment/protocol, termasuk berkesempatan mendapatkan pengalaman implementasi teknologi mutakhir seperti metode ROSA (robotic navigated surgery) pada operasi total knee arthroplasty yang memberikan kemudahan dalam teknik bedah knee arthroplasty presisi tinggi, atau dengan pemanfaatan hyalofast sebagai scaffold dikombinasikan dengan autologous bone marrow dari iliac wing sebagai stem cell-based therapy untuk kasus articular cartilage defect yang luas dengan pendekatan arthroscopy.

– Case-Based Discussion Diskusi kasus dilakukan secara mendalam bersama arahan para guru, membahas langkah diagnosis, perencanaan operasi dan/atau non-operative management, komplikasi dan prognosis. Biasanya dilakukan setelah round selesai, mengenai pasien yang telah divisite pada hari itu

– Parade

Melalui presentasi dan evaluasi bersama tim multidisiplin baik kasus pre dan post operasi, residen mendapatkan masukan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan klinis dari guru-guru dalam menangani pasien dengan sesuai dengan pokok permasalahannya.

– Polyclinic

Kegiatan rawat jalan melibatkan evaluasi pasien dengan berbagai keluhan, penentuan diagnosis, dan perencanaan terapi, baik konservatif maupun operatif. Serta evaluasi pasien-pasien post operasi, guna memastikan regimen/protocol post operasi berjalan dengan baik

– Lecture

Lecture diberikan oleh pakar (professor atau staff pengajar) secara bergiliran mengenai topik-topik yang sering ditemukan di lapangan dan sering keluar pada waktu ujian board. Beberapa kasus yang sering saya temui sangat bervariasi, antara lain Osteoarthritis hip maupun knee, ACL dan meniscus injury, Osteosarcoma tibia, soft tissue tumor, Club foot (CTEV), DDH (Developmental dysplasia of the hip) dan berbagai kasus lainnya.

Kegiatan ini memberikan pengalaman komprehensif dalam menangani pasien, sekaligus membangun kompetensi klinis dan teknis yang diperlukan untuk menjadi spesialis ortopedi yang handal.

Sayapun berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada segenap guru-guru saya di Departemen Ortopedi dan Traumatologi FK Unhas yang telah memberikan kesempatan yang sangat berharga ini kepada saya sekaligus menjadi pengalaman pertama saya untuk merasakan pendidikan di luar negeri.