April 2, 2026

Sebagai wujud nyata komitmen dalam pengabdian kepada masyarakat, Tim Bantuan Medis Universitas Hasanuddin melaksanakan dua misi kemanusiaan di wilayah Aceh guna memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terdampak bencana. Kegiatan ini merupakan bagian dari peran aktif Universitas Hasanuddin dalam merespons situasi darurat serta mendukung pemulihan kesehatan masyarakat di daerah terdampak.

Misi pertama dilaksanakan di wilayah Pidie Jaya, Aceh, pada tanggal 2–8 Desember 2025, oleh tim yang dipimpin oleh dr. Muhammad Andry Usman, Sp.OT(K)., Ph.D. Tim ini beranggotakan dr. Muhammad Phetrus Johan, Sp.OT, M.Kes; dr. Endy Adnan, Sp.PD., Ph.D; dr. Bahrul Fikri, M.Kes., Sp.A(K), Ph.D; Dr. dr. Sitti Nur Asni, Sp.OG; Dr. dr. Andi Dhedie Prasatia Sam, M.Kes., Sp.OT(K); dr. Mahadhir Md Jangga; Dr. Muhammad Risal DJ; dr. Akhmar Muhajir; dr. Dody Abdullah Attamimi; serta didukung oleh Yuki Nurindar Rizal, Muh. Afdali Guffari S. Nemin, Muhammad Iqbal Siregar, dan Putrytata Shafira Al Hamra.

Bersamaan dengan keberangkatan tim pertama tersebut, turut serta dr. M. Miftah Faridh, Sp.OT dan dr. Yosia Handoko yang tergabung dalam Tim Orthopaedi Indonesia Peduli Aceh–Sumut–Sumbar, sebagai bagian dari kolaborasi nasional dalam memberikan pelayanan kesehatan, khususnya di bidang ortopedi dan traumatologi.

Dalam pelaksanaan misi di Pidie Jaya, tim tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan umum, tetapi juga menangani berbagai kasus di bidang ortopedi dan traumatologi, seperti cedera akibat trauma, fraktur ekstremitas, serta keluhan muskuloskeletal yang memerlukan penanganan lebih lanjut. Selain tindakan kuratif, tim juga memberikan edukasi terkait pencegahan cedera, perawatan luka, serta pentingnya rehabilitasi pascatrauma untuk mencegah kecacatan jangka panjang.

Setibanya di lokasi, tim segera melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan fasilitas kesehatan setempat untuk memastikan pelayanan dapat berjalan secara efektif dan tepat sasaran. Selain memberikan pelayanan medis langsung, tim juga melakukan penilaian kondisi kesehatan masyarakat serta menyusun rencana penanganan lanjutan bagi korban terdampak.

Misi kedua dilaksanakan di wilayah Takengon, Aceh Tengah, pada tanggal 16–23 Desember 2025, yang dipimpin oleh dr. Muhammad Phetrus Johan, M.Kes., Ph.D., Sp.OT Subsp. Onk.Ort.R(K). Tim ini beranggotakan dr. Suriani Alimuddin, Sp.PD-KAI, FINASIM; dr. Yudha Prasetya; dr. Akhmad Muhajir; dr. Marzuki; dr. Faqi Nurdiansyah Hendra; serta didukung oleh Yuki Nurindar Rizal, Andi Muhammad Farid, dan Bagus Izzul Islam.

Dalam pelaksanaan misi di Takengon, tim menghadapi berbagai tantangan, terutama kondisi geografis berupa medan pegunungan, keterbatasan akses jalan, cuaca yang tidak menentu, serta keterbatasan fasilitas kesehatan. Salah satu tantangan utama adalah adanya wilayah yang terisolasi yang belum terjangkau layanan medis pascabencana. Tim Bantuan Medis Universitas Hasanuddin menjadi tim medis pertama yang berhasil mencapai dan memberikan pelayanan kesehatan di wilayah tersebut, melalui perjalanan dengan akses terbatas dan medan yang sulit.

Di wilayah Takengon, tim juga menemukan berbagai kasus ortopedi yang memerlukan perhatian khusus, mulai dari cedera lama yang belum tertangani hingga kasus trauma akut akibat aktivitas sehari-hari di daerah dengan kondisi geografis yang menantang. Penanganan yang diberikan meliputi stabilisasi awal, tata laksana konservatif, serta rujukan selektif untuk kasus yang memerlukan intervensi lanjutan. Edukasi kepada masyarakat mengenai penanganan cedera, ergonomi aktivitas, serta pentingnya penanganan dini menjadi bagian penting dalam kegiatan ini.

Selama pelaksanaan, layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan umum, penanganan kasus akut, serta edukasi kesehatan kepada masyarakat. Selain itu, tim juga melakukan identifikasi kebutuhan medis lanjutan sebagai bagian dari upaya pemulihan jangka menengah. Koordinasi dengan pemerintah daerah, dinas kesehatan, serta fasilitas pelayanan kesehatan setempat menjadi kunci dalam memastikan keberlanjutan pelayanan yang diberikan.

Kehadiran Tim Bantuan Medis Universitas Hasanuddin dalam dua misi kemanusiaan ini tidak hanya memberikan bantuan medis, tetapi juga menjadi simbol kepedulian dan solidaritas kemanusiaan. Dengan mengedepankan keilmuan di bidang ortopedi dan traumatologi yang didukung oleh disiplin ilmu lainnya, diharapkan upaya ini dapat membantu meringankan beban masyarakat serta mempercepat proses pemulihan kesehatan secara menyeluruh di wilayah terdampak.

Departemen Orthopaedi dan Traumatologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin bersama seluruh civitas akademika Universitas Hasanuddin menyampaikan harapan agar masyarakat Aceh dapat segera pulih dan bangkit dari kondisi yang dihadapi. Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Universitas Hasanuddin dalam menjalankan peran tridharma perguruan tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat dan respons terhadap situasi kemanusiaan.